"Cita-cita"
Gambar diatas adalah
gambar toko buku granmedia. Apa hubungannya dengan permasalahan negara Indonesia???
Kita tahu minat baca orang indonesia
menurut suatu lembaga survey, perbandingan orang yg membaca buku dan tidak
berbanding 1 :1000 , ini mungkin bisa menjadi faktor sumber daya manusia
indonesia rendah. Coba kalau sumber daya indonesia tinggi, mungkin masyarakat
indonesia tidak mudah di provokasi oleh oknum-oknum tertentu yang memecah bela
masyarakat indonesia dikarenakan ilmu atau wawasan nya kurang, ilmu dan wawasan
nya hanya sekedar dari media sosial atau internet yang penuh dengan hoax atau
informasi yang tidak benar. Oleh sebab itu untuk menyaring informasi yang ada
di media sosial atau internet, perlu adanya pondasi literatur yang kuat dan
benar, salah satunya dengan banyak membaca buku. Tetapi hambatan-hambatan
membaca buku sangat banyak sekali.
Di pedesaan, jarang sekali ada toko
buku, bahkan hampir tidak ada. Banyak faktor mengapa di suatu pedesaan jarang
sekali atau bahkan tidak ada toko buku, (1) harga buku mahal (2) minat membaca
kurang (3) politik.
Saya mau membahas (2) minat membaca
dulu, tidak hanya di desa di perkotaan di surabaya pun masih banyak masyarakat
yang minat bacanya kurang. Ada suatu komunitas di surabaya, yang namanya ALS
(Aliansi literatur Surabaya), salah satu tujuan dari komunitas ini adalah
meningkatkan minat baca Surabaya, kegiatannya yaitu, setiap hari minggu di
Bungkul jam 4 sore, setiap anggota dari ALS membawa buku yang dia punya agar
ditunjukan kepada masyarakat yang ada di bungkul, bahasa istilahnya yaitu
ngelapak. Kegiatan ini cukup bagus untuk meningkatkan minat baca masyarakat
indonesia. Cita cita saya pada
faktor (2) ini adalah mau membentuk komunitas seperti itu, tetapi kegiatannya
di masyarakat pedesaan, itu hanya cita-cita, bisa terwujud bisa tidak, karena
banyaknya faktor kendala pada (2).
Yang (1) harga buku mahal. Saya
perna mengikuti suatu seminar membuat buku. Pada acara tersebut, kita diberi tahu tentang
cara membuat buku dan produksi buku. Untuk produksi buku, harga cetaknya
sekitar 15rb-20rb, tetapi di toko buku harganya bisa 50rb-250rb. Saya bisa
memahami, harganya mahal karena, buat toko buku, royalti untuk penulis, biaya
cetak, dan untung bagi perusahaan percetakan buku tersebut. Semakin manfaat
buku itu untuk masyarakat dari berbagai aspek, semakin mahal harganya di toko
buku. Cita-cita saya pada (1) , (a) mau membuat perusahaan cetak buku yang
bermanfaat bagi masyarakat pedesaan bukan cetak buku yang penuh gombalan, (b)
membuat toko buku di pedasaan dengan harga murah. Harga murah dari suatu buku
yang bermanfaat bagi masyarkat indonesia yaitu memiliki beberapa faktor, biaya
percetakan di murahkan, dan kerelaan penulis buku yang cinta tanah air untuk
mengambil royalti yang rendah atau bahkan kerelaan.
Yang (3) politik, saya tidak tahu
banyak tentang politik, mungkin pada faktor (3) ini hanya pemikiran sesaat saya
saja dan kemungkinan-kemungkinan yang dilihat saya saja. Mungkin ada suatu golongan
tertentu, untuk membiarkan masyarkat pedesaan agar tetap pada kondisi saat ini,
kurangya membaca buku, supaya masyarakat pedesaan tetap bodoh (bahasa kerasnya)
dan miskin. Karena dengan membaca buku masyarakat pedesaan akan lebih pandai
dan kaya harta, kaya ilmu, dan tidak mudah di bodohi. Cita-cita saya pada (3) yaitu memberantasi sistem mereka, agar
masyarkat pedesaan maju dan jaya.
Itulah beberapa cita-cita salah satu
pemuda indonesia, bila beberapa cita-cita salah satu pemuda indonesia ini tidak
terwujud, saya berharap akan ada beberapa pemuda yang juga memiliki cita-cita
yang sama seperti pemuda ini. Apakah anda ???
Bila tulisan ini bermanfaat , tolong
di share...dengan membagikan linknya ke media sosial anda. Dengan anda
membagikan tulisan ini, setidaknya memungkinkan banyaknya pemuda untuk
bercita-cita seperti itu. Terima kasih.
Jaya jaya Indonesia
kita.

Komentar
Posting Komentar